People always telling you what to do... But what right for them... May not be right for you... Life is not a rehearsal... It's a real thing... So be yourself in 'Aku dan Sesuatu'
Friday, April 20, 2012
Pengalaman
Pengalaman itu mendewasakan serta mematangkan kita.... manusia itu sifatnya lemah dan serba kekurangan..... tetapi manusia dapat mengatasi kelemahan dan kekurangan dalam dirinya melalui pengalaman.... pengalaman itu tidak bermakna dan sia-sia jika kita tidak belajar darinya dan tidak memikirkannya...... oleh sebab itulah nabi pernah berpesan.... "berfikir sesaat lebih baik dari beribadat seribu tahun"...... betapa besarnya hikmah berfikir di sisi Islam..... sebagai manusia dan hamba Allah... kita dianjurkan untuk sentiasa muhasabah diri.... setiap malam sebelum tidur... kita hendaklah memikirkan tentang perjalanan hidup kita hari ini.... moga ada pengajaran dan hikmah untuk kita menghadapi hari esok dengan menjadi lebih baik dan cemerlang....... pengalaman itu mahal harganya... kadangkala pengalaman itu dibayar dengan air mata atau apa saja yang bernilai dalam hidup kita....... sesungguhnya.... insan yang terbaik adalah insan yang dekat dengan pencipta-Nya......
Wednesday, April 18, 2012
Saat papa merindui imaan
Ya Allah...kau lindungilah anak ku....kau berilah kebahgiaan buat dia...limpahkan kasih sayang dan rahmatmu buat dia...janganlah kau biarkan dia dalam kesulitan tanpa lindunganmu....aku terlalu sayangkan anakku...dialah permata hatiku...sumber inspirasi dan bahagiaku....aku terlalu rindukan anakku....anakku....papa amat rindukan imaan....papa tak akan lupakan walaupun sesaat imaan....setiap saat bersama imaan...sangat indah dalam hidup papa....papa tak mungkin lupakan saat pertama kali papa mengucup imaan dan kemudian azan dan iqamah ditelinga imaan...indah sekali saat itu........papa rindukan mandi bersama imaan...saat imaan mandikan papa....terlalu indah untuk papa gambarkan dalam tulisan......gelak,tawa,kata2 dan setiap tingkah laku imaan sentiasa dalam ingatan dan hati papa........papa tak mungkin lupakan saat imaan tidur...terlalu comel...papa seperti melihat diri sendiri bila memandang imaan.......anakku....kasih sayang papa kepadamu tak mungkin akan hilang....papa akan sentiasa mendoakan imaan.....papa sayang dan sentiasa rindukan imaan.....kalau dunia ini memisahkan kita....akhirat disana kita pasti bertemu....muga rahmat dan kasih sayang Allah mendekatkan kita.......
Hidayah
Alhamdulilah.....dipanjangkan lagi umur aku dan diberi kesempatan untuk aku menghadiri sebuah majlis ilmu pada 17hb selepas solat magrib yg baru shj aku hadiri semalam...ia diadakan di masjid taman rakan bandar mahkota cheras.....ia merupakan sebuah forum agama....ahli panelnya ialah ust syakirien (sbb ust ni lah yg aku sanggup datang dari jauh).....dan seorang lagi ialah bekas penyanyi lagu janji manismu iaitu penyanyi aisyah.......Alhamdulilah tidak sia sia kedatangan aku kesitu...banyak untaian kata dan nasihat dapat digunakan sebagai pedoman hidup........Aisyah mengalirkan air mata tatkala menceritakan masa silamnya yang pahit...dan saat saat dia menzalimi diri sendiri..saat saat dia punyai segalanya....dan kemudian hilang semuanya...kemudian Ust Syakirien menyambung kuliahmya dengan menyatakan....setiap bayi didalam kandungan...bila berumur 4bulan didalam kandungan seorang ibu...tuhan telah meniupkan roh kedalam janin tersebut dan bersama itu juga telah ditetapkan bila kematian dan rezekinya didunia ini....tetapi manusia tetap asyik dan leka mengejar dunia serta cuba lari dari kematian.....sesungguhnya sia sia kita leka mengejar sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah...tak salah mencari harta didunia...tetapi jangan sampai lupa tugas hakiki kita didunia ini sebagai khalifah muka bumi dan hamba Allah yang satu.....kita seharusnya mengejar dan mencari Hidayah dan rahmat dari Allah.....
Firman Allah SWT: Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (surah al-Qasas, 28:56). Semoga Allah memberikan pentunjuk dan hidayahnya untuk kita menjadi lebih baik dari semalam....dan semakin dipanjangkan umur kita...maka kita akan semakin baik...jadikan kesilapan semalam sebagai pedoman hari ini...agar kita menjadi hamba Allah yang bertakwa serta mukmin yang bersyukur.....Yang paling penting ialah...."Bukan dimana kita bermula....tetapi dimana kita berakhir....."
Firman Allah SWT: Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (surah al-Qasas, 28:56). Semoga Allah memberikan pentunjuk dan hidayahnya untuk kita menjadi lebih baik dari semalam....dan semakin dipanjangkan umur kita...maka kita akan semakin baik...jadikan kesilapan semalam sebagai pedoman hari ini...agar kita menjadi hamba Allah yang bertakwa serta mukmin yang bersyukur.....Yang paling penting ialah...."Bukan dimana kita bermula....tetapi dimana kita berakhir....."
Monday, April 16, 2012
Keberkatan dalam kesyahduan
Alhamdulilah....syukur kepada Allah....tuhan sekalian alam...hari ini aku dibuka kan kesempatan untuk aku bersolat magrib berjemaah di masjid negeri shah alam. Tiada tujuan apa,sekadar ini mengambil berkat bersolat di masjid tersebut..Alhamdulilah...rupanya malam ini adalah malam penutup majlis muzakarah ulamak seluruh nusantara ini....selepas solat isyak berjemaah...sebuah majlis ilmu iaitu bermunajat kepada Allah yang diadakan di dewan utama dibawah masjid...dua orang penceramah diberi ruang untuk berucap sebelum selawat dan berzikir kepada Allah dan rasul kita....penceramah pertama merupakan ketua ulamak seluruh indonesia...ucapan penuh semangat..dia menyatakan....orang kafir tidak takut kalau orang islam kaya harta benda...orang islam menjadi bijak pandai.....orang islam punya senjata hebat......tapi orang kafir paling takut jika umat islam tidak tinggalkan solat...kerana solat yang ikhlas akan membuka langit Allah dan pertolongan dari Allah akan turun......oleh itu Islam hanya akan menang dan berjaya andai solat menjadi keutamaan mukmin dan mesjid akan penuh dengan jemaah setiap waktu dan orang Islam bangun malam bersolat tahajud............ulamak kedua pula merupakan seorang ulamak dari Acheh.....tazkirahnya lembut tapi terkesan dihati... Katanya....SABAR itu ada 3jenis iaitu SABAR keatas maksiat, SABAR keatas taat dan yang terakhir SABAR keatas bala.....sabar keatas taat ialah sabar yang paling tinggi darjatnya...iaitu sabar dalam menjalankan perintah dan suruhan Allah.....seterusnya ialah sabar keatas bala..sesungguhnya andai kita sabar dengan bala atau dugaan dari Allah....dosa kita akan terhapus... Bala yang datang kepada kita adalah penghapus dosa andai kita SABAR menghadapinya.... Sesudah majlis berakhir aku berkesempatan bersalam bersama ulamak besar tersebut....ku lihat wajahnya tenang dan mendamaikan....Aku pernah bersalam dengan Ust Hasan Din Al hafiz,ustaz azhar idrus dan malam ini dengan ulama besar acheh tersebut....Alhamdulilah...muga peroleh berkat dari mereka dan rahmat dari Allah....amin
Saturday, April 14, 2012
Kesempurnaan dalam kekurangan
Alhamdulilah....umurku dipanjangkan sehari lagi...aku terfikir berapa ramai yang meninggal dunia dalam tidur semala
....berapa ramai yang akan dikebumikan pagi ini.....aku bersyukur diberi peluang hidup pada hari ini....insyAllah tak akan aku sia sia kan kehidupan hari ini......akan aku jadikan hari ini jauh lebih baik dari semalam.....akan aku berikan senyuman kepada semua orang....akan aku buat yang terbaik untuk semua orang dan yang paling utama aku akan sujud menyembah Allah dengan sepenuh hati............kehidupan ini terlalu singkat didunia......dunia ibarat penjara buat orang mukmin dan syurga buat orang kafir.....kehidupan didunia ini saling berlawanan antara kebahgiaan dan kesengsaraan....antara kebaikkan dan kejahatan.......tapi di akhirat nanti....semua kebahgiaan dan kebaikkan ada di syurga.....,manakala semua kesengsaraan dan kejahatan ada di neraka.........laluilah hidup ini sebagai hamba Allah yang bertakwa dan hiasilah diri dengan sifat sentiasa bersyukur dan sabar menghadapi apa sahaja......muga kematian kita kematian yang khusnul khatimah........... "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan". (ALI 'IMRAN 185)..........
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan". (AL ANBYAA' 35)
....berapa ramai yang akan dikebumikan pagi ini.....aku bersyukur diberi peluang hidup pada hari ini....insyAllah tak akan aku sia sia kan kehidupan hari ini......akan aku jadikan hari ini jauh lebih baik dari semalam.....akan aku berikan senyuman kepada semua orang....akan aku buat yang terbaik untuk semua orang dan yang paling utama aku akan sujud menyembah Allah dengan sepenuh hati............kehidupan ini terlalu singkat didunia......dunia ibarat penjara buat orang mukmin dan syurga buat orang kafir.....kehidupan didunia ini saling berlawanan antara kebahgiaan dan kesengsaraan....antara kebaikkan dan kejahatan.......tapi di akhirat nanti....semua kebahgiaan dan kebaikkan ada di syurga.....,manakala semua kesengsaraan dan kejahatan ada di neraka.........laluilah hidup ini sebagai hamba Allah yang bertakwa dan hiasilah diri dengan sifat sentiasa bersyukur dan sabar menghadapi apa sahaja......muga kematian kita kematian yang khusnul khatimah........... "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan". (ALI 'IMRAN 185)..........
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan". (AL ANBYAA' 35)
Kasut
Sesungguhnya ujian dan dugaan dari Tuhan....bukanlah hukuman dari Tuhan...tapi sebenarnya kasih sayang dari tuhan untuk hambanya yang terpilih......andai kita terima dan redha dengan ujian tuhan itu....Maka tuhan akan memandang kita dengan pandangan rahmatNya......hari ini ketika aku singgah solat magrib berjemaah disebuah masjid....selesai solat bila aku nak pulang. kasut aku dah hilang... Mungkin dicuri orang ketika aku tengah solat...tapi aku bersyukur kerna bukan motor aku yang hilang....mungkin kasut itu bukan rezeki aku lagi....alhamdulilah aku terima dan redha.....insyAllah andai kita belajar untuk menerima sesuatu yang buruk atau berat itu dengan redha....Nescaya hati kan menjadi tenang..... Aku teringat dulu ,semasa kasut dulang aku kena curi di mesjid.. Punyalah marah dan sampai aku tak pi masjid tu lagi....Ya Allah ampunkan aku......sebenarnya didalam hidup ini kita kena yakin dengan ketentuan oleh Allah.....percayah setiap yang berlaku itu ada hikmahnya.... Sebagai manusia biasa.. Kita kena letakkan dalam diri sifat SABAR dan sifat TAWAKAL menghadapi apa jua.......
Friday, April 13, 2012
Mencari Kesempurnaan.....
Aku terima satu email dan ingin berkongsi cerita tersebut dan buat pedoman aku jua.............Rina sedang menyiapkan makan malam ketika aku tiba di rumah. Aku memegang tangannya dan berkata, “ Abang ada sesuatu nak beritahu”. Dia membisu dan dapat ku lihat keresahan di matanya.
Tiba-tiba lidahku kelu. Tapi aku nekad untuk memberitahunya. “Abang rasa kita sudah tidak serasi lagi. Kita cerai?”.Akhirnya, terlepas jua beban di dada. Tapi ku lihat Rina tenang dan dia hanya bertanya dengan lembut. “Mengapa bang? Apa salah saya?”. Giliran aku membisu dan ini menimbulkan kemarahan Rina. Air matanya mula menitis. Aku tahu dia mahukan jawapan tapi aku tiada jawapannya. Yang ku tahu, hatiku kini milik Tasya. Cintaku bukan pada Rina lagi.
Aku katakanya padanya yang dia boleh ambil rumah dan kereta apabila kami bercerai. Rina merenung wajahku.Pandangannya kosong. 10 tahun kami berkahwin tetapi malam ni kami umpama orang asing. Aku kasihankannya tetapi untuk berpatah balik tidak sesekali. Aku cintakan Tasya. Air matanya yang sekian tadi bertakung mula mengalir deras. Sudah ku jangka. Malah aku lega melihatnya menangis. Niatku untuk bercerai semakin jelas dan nyata.
Keesokannya, Rina mengatakan dia tidak mahu apa-apa dari penceraian kami melainkan tempoh 1 bulan. Dia meminta bahawa dalam satu bulan itu kami teruskan rutin harian kami seperti biasa sebagai suami isteri. Alasannya, anak kami bakal menduduki peperiksaan dalam masa sebulan lagi dan dia tidak mahu anak kami terganggu dengan penceraian kami. Aku bersetuju.
Kemudian Rina menyuruhku mengingat kembali saat aku mendukungnya ke bilik kami pada malam pertama kami. Dia meminta untuk tempoh sebulan ini, aku mendukungnya keluar dari bilik tidur kami ke pintu depan setiap pagi. Pada ku memang tidak masuk akal. Tetapi aku tetap bersetuju.
Aku memberitahu Tasya permintaan Rina. Dia ketawa dan hanya mengatakan ini semua kerja gila. Tidak kira apa muslihat Rina, dia tetap akan diceraikan. Aku hanya diam membatu.
Semenjak aku menimbulkan isu penceraian, kemesraan kami terus hilang. Hari pertama aku mendukungnya keluar, aku merasa kekok. Rina juga. Anak kami bertepuk tangan di belakang sambil ketawa dan berkata, “Ayah dukung ibu ya”. Kata-katanya amat menyentuh hatiku. Mata Rina bergenang dan dengan lembut dia memberitahuku agar jangan sampai anak kami tahu yang kami akan bercerai. Aku mengangguk setuju. Aku menurunkannya di muka pintu. Dan kami memandu berasingan ke tempat kerja.
Masuk hari kedua, hilang sedikit rasa kekok. Rina bersandar di dadaku. Dapat ku cium harumannya. Dapat ku lihat kedutan halus di wajahnya Aku sedar dia tidak muda lagi seperti dahulu. Ternyata perkahwinan kami memberi kesan kepadanya. Selama satu minit, aku tertanya-tanya apa yang telah aku lakukan.
Masuk hari keempat, aku dapat rasakan keintiman kami telah kembali. Tanpa sedar hatiku berkocak mengatakan mungkinkan cintaku masih padanya. Hari kelima dan keenam, aku menyedari keintiman kami mula bercambah kembali. Aku tidak memberitahu Tasya tentang perkara ini. Masuk hari-hari seterusnya, rutin ini jadi lebih mudah malah aku nantikannya setiap pagi.
Suatu pagi, Rina sedang memilih baju untuk dipakai. Katanya tiada yang sesuai. Dia mengeluh. “Semua baju saya besar”. Baru ku sedar, dia semakin kurus. Mungkin itu jugalah sebabnya aku semakin mudah mendukungnya. Tiba-tiba terlintas di fikiranku. Mungkin Rina sedang menyembunyikan keperitan hatinya lantaran sikapku selama ini. Tanda sedar aku merangkul tubuhnya dan membelai rambutnya.
Kemudian, muncul anak kami di muka pintu sambil berkata “ Ayah, cepat lah dukung ibu keluar”. Padanya, melihat aku mendukung keluar isteriku setiap pagi adalah rutin hariannya. Rina memanggil anak kami lalu memeluknya erat. Ku palingkan mukaku kerana takut aku sndiri mengubah fikiran di saat ini. Aku kemudian mendukungnya dan tangannya melingkari leherku. Tanpa sedar, ku eratkan rangkulanku. Dapat ku rasakan badannya sangat ringan.
Hari ini genap sebulan. Di muka pintu aku menggenggam tangannya dan berkata “ Abang tidak sedar yang selama ini kita kurang keintiman”. Aku terus melangkah ke kereta dan terus memandu ke pejabat. Sesampainya di pejabat, aku terus ke bilik Tasya. Sebaik pintu terbuka, aku masuk dan aku beritahu dia “Maaf Tasya. Saya tidak akan bercerai dengan Rina. Sekarang saya sedar saya masih cintakan dia”.
Muka Tasya berubah merah. Tapi ku kata jua,“Maaf Tasya. Saya dan Rina tidak akan bercerai. Perkahwinan kami membosankan mungkin kerana saya tidak menghargai apa yang kami ada dan kongsi selama ini, bukan kerana kami tidak lagi menyintai satu sama lain”. Tasya menjerit sekuat hati dan aku terus melangkah keluar.
Aku kembali ke kereta dan niat hatiku mahu pulang ke rumah dan memohon maaf dari Rina, isteriku. Aku singgah di sebuah kedai bunga untuk membeli sejambak tulip merah kesukaan Rina. Aku capai sekeping kad dan ku tulis, “Abang akan dukung Rina setiap pagi hingga maut memisahkan kita”.
Setibanya di rumah, aku terus berlari ke bilik kami dan mendapati Rina terbaring tenang di atas katil. Ku belai wajahnya sambil memanggil namanya tapi tiada sahutan. Rina kaku. Hatiku berdetak keras.
Kini Rina pergi untuk selamanya. Perpisahan yang ku pinta ternyata ditunaikan. Sekian lama Rina berperang dengan KANSER RAHIM tetapi aku begitu sibuk dengan Tasya untuk menyedarinya. Rina tahu bahawa dia akan mati tidak lama lagi dan dia mahu menyelamatkan aku daripada reaksi negatif dari anak kami, sekiranya kami tetap bercerai. Rina mahu sekurang-kurangnya di mata anak kami, aku adalah suami yang penyayang.
Perkara-perkara mudah dan ringkas yang anda lakukan bersama adalah yang sebenarnya penting dalam perkahwinan. Bukan banglo, kereta, harta, dan wang di bank. Semua itu hanya wujudkan persekitaran yang kondusif untuk kebahagiaan tetapi tidak dapat memberi kebahagiaan pada kita.
Jadi carilah masa untuk menjadi sahabat kepada isteri/suami anda dan lakukan perkara-perkara kecil untuk satu sama lain yang membina keintiman. Binalah kemanisan rumah tangga anda. Hargailah setiap pengorbanan pasangan anda.
Tiba-tiba lidahku kelu. Tapi aku nekad untuk memberitahunya. “Abang rasa kita sudah tidak serasi lagi. Kita cerai?”.Akhirnya, terlepas jua beban di dada. Tapi ku lihat Rina tenang dan dia hanya bertanya dengan lembut. “Mengapa bang? Apa salah saya?”. Giliran aku membisu dan ini menimbulkan kemarahan Rina. Air matanya mula menitis. Aku tahu dia mahukan jawapan tapi aku tiada jawapannya. Yang ku tahu, hatiku kini milik Tasya. Cintaku bukan pada Rina lagi.
Aku katakanya padanya yang dia boleh ambil rumah dan kereta apabila kami bercerai. Rina merenung wajahku.Pandangannya kosong. 10 tahun kami berkahwin tetapi malam ni kami umpama orang asing. Aku kasihankannya tetapi untuk berpatah balik tidak sesekali. Aku cintakan Tasya. Air matanya yang sekian tadi bertakung mula mengalir deras. Sudah ku jangka. Malah aku lega melihatnya menangis. Niatku untuk bercerai semakin jelas dan nyata.
Keesokannya, Rina mengatakan dia tidak mahu apa-apa dari penceraian kami melainkan tempoh 1 bulan. Dia meminta bahawa dalam satu bulan itu kami teruskan rutin harian kami seperti biasa sebagai suami isteri. Alasannya, anak kami bakal menduduki peperiksaan dalam masa sebulan lagi dan dia tidak mahu anak kami terganggu dengan penceraian kami. Aku bersetuju.
Kemudian Rina menyuruhku mengingat kembali saat aku mendukungnya ke bilik kami pada malam pertama kami. Dia meminta untuk tempoh sebulan ini, aku mendukungnya keluar dari bilik tidur kami ke pintu depan setiap pagi. Pada ku memang tidak masuk akal. Tetapi aku tetap bersetuju.
Aku memberitahu Tasya permintaan Rina. Dia ketawa dan hanya mengatakan ini semua kerja gila. Tidak kira apa muslihat Rina, dia tetap akan diceraikan. Aku hanya diam membatu.
Semenjak aku menimbulkan isu penceraian, kemesraan kami terus hilang. Hari pertama aku mendukungnya keluar, aku merasa kekok. Rina juga. Anak kami bertepuk tangan di belakang sambil ketawa dan berkata, “Ayah dukung ibu ya”. Kata-katanya amat menyentuh hatiku. Mata Rina bergenang dan dengan lembut dia memberitahuku agar jangan sampai anak kami tahu yang kami akan bercerai. Aku mengangguk setuju. Aku menurunkannya di muka pintu. Dan kami memandu berasingan ke tempat kerja.
Masuk hari kedua, hilang sedikit rasa kekok. Rina bersandar di dadaku. Dapat ku cium harumannya. Dapat ku lihat kedutan halus di wajahnya Aku sedar dia tidak muda lagi seperti dahulu. Ternyata perkahwinan kami memberi kesan kepadanya. Selama satu minit, aku tertanya-tanya apa yang telah aku lakukan.
Masuk hari keempat, aku dapat rasakan keintiman kami telah kembali. Tanpa sedar hatiku berkocak mengatakan mungkinkan cintaku masih padanya. Hari kelima dan keenam, aku menyedari keintiman kami mula bercambah kembali. Aku tidak memberitahu Tasya tentang perkara ini. Masuk hari-hari seterusnya, rutin ini jadi lebih mudah malah aku nantikannya setiap pagi.
Suatu pagi, Rina sedang memilih baju untuk dipakai. Katanya tiada yang sesuai. Dia mengeluh. “Semua baju saya besar”. Baru ku sedar, dia semakin kurus. Mungkin itu jugalah sebabnya aku semakin mudah mendukungnya. Tiba-tiba terlintas di fikiranku. Mungkin Rina sedang menyembunyikan keperitan hatinya lantaran sikapku selama ini. Tanda sedar aku merangkul tubuhnya dan membelai rambutnya.
Kemudian, muncul anak kami di muka pintu sambil berkata “ Ayah, cepat lah dukung ibu keluar”. Padanya, melihat aku mendukung keluar isteriku setiap pagi adalah rutin hariannya. Rina memanggil anak kami lalu memeluknya erat. Ku palingkan mukaku kerana takut aku sndiri mengubah fikiran di saat ini. Aku kemudian mendukungnya dan tangannya melingkari leherku. Tanpa sedar, ku eratkan rangkulanku. Dapat ku rasakan badannya sangat ringan.
Hari ini genap sebulan. Di muka pintu aku menggenggam tangannya dan berkata “ Abang tidak sedar yang selama ini kita kurang keintiman”. Aku terus melangkah ke kereta dan terus memandu ke pejabat. Sesampainya di pejabat, aku terus ke bilik Tasya. Sebaik pintu terbuka, aku masuk dan aku beritahu dia “Maaf Tasya. Saya tidak akan bercerai dengan Rina. Sekarang saya sedar saya masih cintakan dia”.
Muka Tasya berubah merah. Tapi ku kata jua,“Maaf Tasya. Saya dan Rina tidak akan bercerai. Perkahwinan kami membosankan mungkin kerana saya tidak menghargai apa yang kami ada dan kongsi selama ini, bukan kerana kami tidak lagi menyintai satu sama lain”. Tasya menjerit sekuat hati dan aku terus melangkah keluar.
Aku kembali ke kereta dan niat hatiku mahu pulang ke rumah dan memohon maaf dari Rina, isteriku. Aku singgah di sebuah kedai bunga untuk membeli sejambak tulip merah kesukaan Rina. Aku capai sekeping kad dan ku tulis, “Abang akan dukung Rina setiap pagi hingga maut memisahkan kita”.
Setibanya di rumah, aku terus berlari ke bilik kami dan mendapati Rina terbaring tenang di atas katil. Ku belai wajahnya sambil memanggil namanya tapi tiada sahutan. Rina kaku. Hatiku berdetak keras.
Kini Rina pergi untuk selamanya. Perpisahan yang ku pinta ternyata ditunaikan. Sekian lama Rina berperang dengan KANSER RAHIM tetapi aku begitu sibuk dengan Tasya untuk menyedarinya. Rina tahu bahawa dia akan mati tidak lama lagi dan dia mahu menyelamatkan aku daripada reaksi negatif dari anak kami, sekiranya kami tetap bercerai. Rina mahu sekurang-kurangnya di mata anak kami, aku adalah suami yang penyayang.
Perkara-perkara mudah dan ringkas yang anda lakukan bersama adalah yang sebenarnya penting dalam perkahwinan. Bukan banglo, kereta, harta, dan wang di bank. Semua itu hanya wujudkan persekitaran yang kondusif untuk kebahagiaan tetapi tidak dapat memberi kebahagiaan pada kita.
Jadi carilah masa untuk menjadi sahabat kepada isteri/suami anda dan lakukan perkara-perkara kecil untuk satu sama lain yang membina keintiman. Binalah kemanisan rumah tangga anda. Hargailah setiap pengorbanan pasangan anda.
Thursday, April 12, 2012
Rahmat
Sesungguhnya ujian dan dugaan Allah hanyalah sementara.....selagi kita bernama manusia...selagi itu kita akan diuji...bezanya besar atau kecil ujian tersebut....dan seberat berat ujian adalah ujian dihadapi para nabi.....lihatlah ketika Nabi Muhammad dilontar batu hingga luka dan darah memenuhi kasut baginda....Nabi Ibrahim dilontar kedalam api dan Nabi Musa terpaksa membelah lautan dalam.....SubbhanAllah....begitu hebat ujian mereka dan tak mampu kita menghadapinya........kalau kita bersedih dengan tangan yang luka....lihatlah orang yang kehilangan kedua belah tangan.....kalau kita bersedih tak mampu membeli kasut baru....lihatlah orang yang kudung kakinya dan tak mungkin merasai kaki didalam kasut.....bersyukurlah dengan apa yang Allah telah berikan....jangan kita sombong dengan Allah....kerana semua yang ada didunia ini hanya pinjaman sementara dan pasti ditinggalkan setelah roh berpisah dari badan......laluilah hidup ini dengan sentiasa bersyukur dan memperhambakan diri kepada Allah.....bangunlah dimalam hari....panjatkan rasa syukur dan mengadu kepadaNya.....nescaya hatimu akan tenang.....menangislah kepada Allah....dan pastinya. Allah memandang kita dengan pandangan kasih dan rahmatNya.......
Anak kecil itu
Anak kecil itu berlari laju sekuat hatinya....bukan untuk membuktikan betapa lajunya dia berlari....tapi hanya ingin cepat memeluk orang yang disayanginya.....anak kecil itu akan berasa selamat bila memeluk orang yg disayanginya....anak kecil itu tak mengerti apa apa....dia hanya ingin disayangi sepenuh hati......Anak kecil itu murah dengan senyuman....kadangkala ketawanya memecah suasana.....anak kecil itu jujur orang.......apa yang lahir dari bibirnya tulus.....andai dapat masa itu diundurkan lagi.....akan aku jadikan setiap saat bersamamu anak kecil detik terindah dalam hidupmu.......masih terasa hangatnya umbun unbum mu dengan ciumanku.....to the world you might be one PERSON, but to one person you might be the WORLD.........Ya Allah Ya Rahman.......Just one more chance to HUG my Child.........
Wednesday, April 11, 2012
Bait akhir "isteriku sudah meninggal dunia"
Diari Abah-Berita Harian
2012/02/18
Bait akhir ‘isteriku sudah meninggal dunia’ penutup cerita terpahat sekian lama
TANGGAL 14.11,1996, isteriku meninggal dunia. “Itulah bait akhir ditulis oleh Abah. Sejak dari tarikh itu Abah tidak lagi membuka diari yang menjadi teman setia, apatah lagi untuk menulis peristiwa yang difikirkan penting dalam hidupnya.
“Diari itu memang bermakna bagi Abah. Setiap peristiwa membabitkan keluarga misalnya perkahwinan anak, kelahiran cucu semua dicatat, menggambarkan betapa berharga kasih sayang Abah terhadap isteri yang melahirkan zuriat dan keturunannya.
“Bagaimanapun, selepas tanggal 14.11.96, Abah tidak lagi berasa peristiwa selepas itu penting kerana dia tidak dapat lagi berkongsi dengan wanita disayanginya,” kata Teh yang ingin berkongsi detik hidup bersama lelaki cekal iaitu bapa kepada lapan anak.
Menurut Teh, selepas kematian emak, Abah menjadi pendiam, bercakap bila perlu saja. Sebagai anak, Teh tidak tahu apa yang terbuku dalam hati Abah.
“Ketika emak nazak, saya melihat Abah terpaku depan emak. Abah menyambut tangan emak dan memaafkannya. Selepas itu emak pergi untuk selama-lamanya dengan tenang.
“Walaupun kurang bercakap, Abah tidak lupa rutin hariannya sebagai siak masjid. Sebelum masuk waktu solat, Abah sudah kemas berpakaian dan menunggang basikal ke masjid. Walaupun masjid hanya 100 meter dari rumah, Abah tidak pernah lekang dengan basikal tuanya.
“Sebelah pagi ketika arwah emak masih ada, rutin Abah ke pasar juga mengayuh basikal. Semua peniaga tidak kira Melayu, India dan China yang Abah menjadi pelanggan tetap, tahu barang apa yang Abah beli dari gerai mereka.
“Saya biasa menemankan Abah ke pasar dan Abah akan menunjukkan kepada saya gerai mana yang sering dikunjunginya dan barang apa yang dibeli di situ.
“Selepas emak meninggal dunia, Abah masih teruskan rutin itu. Kami tak mahu menyekatnya walaupun tahu Abah makin tua dan berdepan bahaya jika terus berbasikal ke pasar yang laluannya semakin sibuk."
Menurut Teh pernah sekali, dia melarang Abah ke pasar dan mengambil alih tugas membeli barangan keperluan harian.
“Ketika kami sibuk membeli-belah di pasar, tiba-tiba kami ternampak kelibat Abah membeli-belah di gerai yang biasa dikunjunginya.
“Dia tetap juga mengayuh basikal ke pasar pada hari itu, walaupun tahu kami sudah mengambil tanggungjawabnya berbelanja,” katanya.
Kebimbangan kami mengenai keselamatan Abah ketika mengayuh basikal akhirnya diuji apabila suatu hari Abah tidak pulang ke rumah selepas solat Zuhur.
“Daripada cerita jemaah masjid, mereka memberitahu ada bersama Abah di satu majlis kenduri yang diadakan di kawasan berdekatan.
“Selepas Asar, Abah tak pulang sehinggalah menjelang Maghrib, kelibatnya juga tak kelihatan.
“Anak yang tinggal berdekatan sudah tidak menentu. Masing-masing membahagikan tugas menjejak abah.
“Anak yang tinggal di luar kawasan sudah diberitahu mengenai kehilangan Abah.
“Semalaman, kami tak tidur memikirkan ke mana Abah menghilang.
“Keesokannya ketika kami berkira-kira untuk membuat aduan mengenai kehilangan Abah, tiba-tiba Abah muncul depan rumah mengheret basikal tuanya.
“Abah masuk ke rumah dengan wajah tersenyum. Kain yang Abah pakai koyak-rabak, Abah masuk ke bilik dan baring di atas katil. Kami membiarkan Abah melepaskan penat.
“Selepas keadaan kembali tenang, barulah kami dapat tahu rupanya Abah tersesat ketika balik dari majlis kenduri.
“Kain pelikat yang Abah pakai koyak-rabak kerana Abah beberapa kali terjatuh dari basikal. Keadaan makin gelap dan nasib baik ada orang menemui Abah dan membawanya pulang ke rumah.
“Abah pula masih ingat alamat rumah dan berdasarkan alamat itu, orang itu menghantar Abah pulang keesokannya.
“Kami tidak tahu macam mana Abah boleh tersesat sedangkan tempat itu tidak jauh dari rumah.
“Untuk menghalang Abah menaiki basikal tua itu bukan penyelesaian yang paling baik.
Selepas berbincang, kami adik-beradik bersetuju meletakkan maklumat diri Abah dan alamat rumah kami pada kunci basikal Abah. Dengan cara ini, orang yang menemui Abah tentu tahu menghantar Abah pulang ke rumah jika tersesat lagi.
“Pengalaman Abah tersesat itu sudah jadi kenangan kerana pada 2006, Abah menyusuli ibu meninggalkan kami buat selama-selamanya.
“Abah meninggal ketika menunaikan solat Subuh di masjid. Pagi itu saya ingatkan Abah masih di rumah kerana selipar yang selalu dipakainya ke masjid masih ada di luar rumah. Memang menjadi kebiasaan Abah memakai selipar dalam rumah dan menggantikannya dengan selipar di luar apabila ke masjid.
“Hari itu Abah bawa sekali selipar dalam rumah ke masjid. Itu antara petanda dia akan pergi untuk selama-lamanya.
“Selain itu, jemaah yang bersolat Subuh bersama Abah melihat abah terhuyung-hayang ketika solat. Mereka melihat kain pelikat dipakai Abah terbuai-buai dihembus angin.
“Keadaan itu menghairankan jemaah di belakangnya kerana masjid itu berhawa dingin. Jemaah mengaku tidak khusyuk solat hari itu kerana bimbang dengan keadaan Abah yang tidak stabil.
“Abah jatuh terduduk pada kali pertama. Dia memicit kakinya dan kemudian bangun berdiri semula dalam safnya. Dia jatuh lagi kali kedua dan kali ini jemaah mengelilinginya yang sudah pengsan.
“Jemaah membawa Abah ke kereta dan menjemput saya untuk mengiringi Abah ke hospital. Tak sampai 100 meter dari rumah, seorang jemaah membisikkan bahawa Abah sudah tiada.
“Kami tak jadi ke hospital tetapi ke klinik swasta terdekat dan doktor mengesahkan Abah sudah tiada dan meminta dibawa pulang untuk urusan pengebumian.
“Abah meninggal pagi Jumaat dan dia disembahyangkan di masjid sebelum dikebumikan selepas solat Jumaat.
“Selepas Abah meninggal, saya ke pasar dan berbelanja di gerai yang Abah sering kunjungi. Peniaga bertanyakan Abah dan apabila diberitahu Abah meninggal dunia, mereka sedih dan kesal kerana tak diberitahu lebih awal,” kata Teh menutup bicara.
Apabila mendengar cerita Teh, Kak Ani memang tidak dapat menyeka air mata.
Banyak pengajaran diperoleh dari cerita Abah. Cinta dan kasih sayang pasangan dulu memang sejati. Walaupun jodoh diikat tanpa melalui proses perkenalan yang mesra seperti pasangan sekarang, mereka mampu melayari bahtera dengan tenang.
Pasangan Abah dan emak memang kaya tetapi bukan kaya wang ringgit. Anak dianugerahkan Tuhan dididik dengan penuh kasih sayang dan mereka berjaya dalam kerjaya masing-masing.
Diari itu masih tersimpan kemas dan itulah pusaka tidak ternilai ditinggalkan Abah. ..... - Benarlah kata orang....setiap perkara itu menjadi terindah bila ia dikongsi dengan orang yang dicintai....segagah mana pun seorang lelaki...dia tetap perlukan seorang wanita dalam hidupnya...wanita itu dicipta untuk lelaki bagi melengkapkan diri seorg lelaki...lihatlah sirah Nabi kita taktala menerima wahyu dari Allah...Baginda mengeletar menerima sesuatu yang sangat besar....tapi isteri Bagindalah yang menenangkan baginda...menyokong dan sangat mengasihi baginda.....Sesungguhnya....sebaik baik harta didunia ini ialah isteri solehah....
2012/02/18
Bait akhir ‘isteriku sudah meninggal dunia’ penutup cerita terpahat sekian lama
TANGGAL 14.11,1996, isteriku meninggal dunia. “Itulah bait akhir ditulis oleh Abah. Sejak dari tarikh itu Abah tidak lagi membuka diari yang menjadi teman setia, apatah lagi untuk menulis peristiwa yang difikirkan penting dalam hidupnya.
“Diari itu memang bermakna bagi Abah. Setiap peristiwa membabitkan keluarga misalnya perkahwinan anak, kelahiran cucu semua dicatat, menggambarkan betapa berharga kasih sayang Abah terhadap isteri yang melahirkan zuriat dan keturunannya.
“Bagaimanapun, selepas tanggal 14.11.96, Abah tidak lagi berasa peristiwa selepas itu penting kerana dia tidak dapat lagi berkongsi dengan wanita disayanginya,” kata Teh yang ingin berkongsi detik hidup bersama lelaki cekal iaitu bapa kepada lapan anak.
Menurut Teh, selepas kematian emak, Abah menjadi pendiam, bercakap bila perlu saja. Sebagai anak, Teh tidak tahu apa yang terbuku dalam hati Abah.
“Ketika emak nazak, saya melihat Abah terpaku depan emak. Abah menyambut tangan emak dan memaafkannya. Selepas itu emak pergi untuk selama-lamanya dengan tenang.
“Walaupun kurang bercakap, Abah tidak lupa rutin hariannya sebagai siak masjid. Sebelum masuk waktu solat, Abah sudah kemas berpakaian dan menunggang basikal ke masjid. Walaupun masjid hanya 100 meter dari rumah, Abah tidak pernah lekang dengan basikal tuanya.
“Sebelah pagi ketika arwah emak masih ada, rutin Abah ke pasar juga mengayuh basikal. Semua peniaga tidak kira Melayu, India dan China yang Abah menjadi pelanggan tetap, tahu barang apa yang Abah beli dari gerai mereka.
“Saya biasa menemankan Abah ke pasar dan Abah akan menunjukkan kepada saya gerai mana yang sering dikunjunginya dan barang apa yang dibeli di situ.
“Selepas emak meninggal dunia, Abah masih teruskan rutin itu. Kami tak mahu menyekatnya walaupun tahu Abah makin tua dan berdepan bahaya jika terus berbasikal ke pasar yang laluannya semakin sibuk."
Menurut Teh pernah sekali, dia melarang Abah ke pasar dan mengambil alih tugas membeli barangan keperluan harian.
“Ketika kami sibuk membeli-belah di pasar, tiba-tiba kami ternampak kelibat Abah membeli-belah di gerai yang biasa dikunjunginya.
“Dia tetap juga mengayuh basikal ke pasar pada hari itu, walaupun tahu kami sudah mengambil tanggungjawabnya berbelanja,” katanya.
Kebimbangan kami mengenai keselamatan Abah ketika mengayuh basikal akhirnya diuji apabila suatu hari Abah tidak pulang ke rumah selepas solat Zuhur.
“Daripada cerita jemaah masjid, mereka memberitahu ada bersama Abah di satu majlis kenduri yang diadakan di kawasan berdekatan.
“Selepas Asar, Abah tak pulang sehinggalah menjelang Maghrib, kelibatnya juga tak kelihatan.
“Anak yang tinggal berdekatan sudah tidak menentu. Masing-masing membahagikan tugas menjejak abah.
“Anak yang tinggal di luar kawasan sudah diberitahu mengenai kehilangan Abah.
“Semalaman, kami tak tidur memikirkan ke mana Abah menghilang.
“Keesokannya ketika kami berkira-kira untuk membuat aduan mengenai kehilangan Abah, tiba-tiba Abah muncul depan rumah mengheret basikal tuanya.
“Abah masuk ke rumah dengan wajah tersenyum. Kain yang Abah pakai koyak-rabak, Abah masuk ke bilik dan baring di atas katil. Kami membiarkan Abah melepaskan penat.
“Selepas keadaan kembali tenang, barulah kami dapat tahu rupanya Abah tersesat ketika balik dari majlis kenduri.
“Kain pelikat yang Abah pakai koyak-rabak kerana Abah beberapa kali terjatuh dari basikal. Keadaan makin gelap dan nasib baik ada orang menemui Abah dan membawanya pulang ke rumah.
“Abah pula masih ingat alamat rumah dan berdasarkan alamat itu, orang itu menghantar Abah pulang keesokannya.
“Kami tidak tahu macam mana Abah boleh tersesat sedangkan tempat itu tidak jauh dari rumah.
“Untuk menghalang Abah menaiki basikal tua itu bukan penyelesaian yang paling baik.
Selepas berbincang, kami adik-beradik bersetuju meletakkan maklumat diri Abah dan alamat rumah kami pada kunci basikal Abah. Dengan cara ini, orang yang menemui Abah tentu tahu menghantar Abah pulang ke rumah jika tersesat lagi.
“Pengalaman Abah tersesat itu sudah jadi kenangan kerana pada 2006, Abah menyusuli ibu meninggalkan kami buat selama-selamanya.
“Abah meninggal ketika menunaikan solat Subuh di masjid. Pagi itu saya ingatkan Abah masih di rumah kerana selipar yang selalu dipakainya ke masjid masih ada di luar rumah. Memang menjadi kebiasaan Abah memakai selipar dalam rumah dan menggantikannya dengan selipar di luar apabila ke masjid.
“Hari itu Abah bawa sekali selipar dalam rumah ke masjid. Itu antara petanda dia akan pergi untuk selama-lamanya.
“Selain itu, jemaah yang bersolat Subuh bersama Abah melihat abah terhuyung-hayang ketika solat. Mereka melihat kain pelikat dipakai Abah terbuai-buai dihembus angin.
“Keadaan itu menghairankan jemaah di belakangnya kerana masjid itu berhawa dingin. Jemaah mengaku tidak khusyuk solat hari itu kerana bimbang dengan keadaan Abah yang tidak stabil.
“Abah jatuh terduduk pada kali pertama. Dia memicit kakinya dan kemudian bangun berdiri semula dalam safnya. Dia jatuh lagi kali kedua dan kali ini jemaah mengelilinginya yang sudah pengsan.
“Jemaah membawa Abah ke kereta dan menjemput saya untuk mengiringi Abah ke hospital. Tak sampai 100 meter dari rumah, seorang jemaah membisikkan bahawa Abah sudah tiada.
“Kami tak jadi ke hospital tetapi ke klinik swasta terdekat dan doktor mengesahkan Abah sudah tiada dan meminta dibawa pulang untuk urusan pengebumian.
“Abah meninggal pagi Jumaat dan dia disembahyangkan di masjid sebelum dikebumikan selepas solat Jumaat.
“Selepas Abah meninggal, saya ke pasar dan berbelanja di gerai yang Abah sering kunjungi. Peniaga bertanyakan Abah dan apabila diberitahu Abah meninggal dunia, mereka sedih dan kesal kerana tak diberitahu lebih awal,” kata Teh menutup bicara.
Apabila mendengar cerita Teh, Kak Ani memang tidak dapat menyeka air mata.
Banyak pengajaran diperoleh dari cerita Abah. Cinta dan kasih sayang pasangan dulu memang sejati. Walaupun jodoh diikat tanpa melalui proses perkenalan yang mesra seperti pasangan sekarang, mereka mampu melayari bahtera dengan tenang.
Pasangan Abah dan emak memang kaya tetapi bukan kaya wang ringgit. Anak dianugerahkan Tuhan dididik dengan penuh kasih sayang dan mereka berjaya dalam kerjaya masing-masing.
Diari itu masih tersimpan kemas dan itulah pusaka tidak ternilai ditinggalkan Abah. ..... - Benarlah kata orang....setiap perkara itu menjadi terindah bila ia dikongsi dengan orang yang dicintai....segagah mana pun seorang lelaki...dia tetap perlukan seorang wanita dalam hidupnya...wanita itu dicipta untuk lelaki bagi melengkapkan diri seorg lelaki...lihatlah sirah Nabi kita taktala menerima wahyu dari Allah...Baginda mengeletar menerima sesuatu yang sangat besar....tapi isteri Bagindalah yang menenangkan baginda...menyokong dan sangat mengasihi baginda.....Sesungguhnya....sebaik baik harta didunia ini ialah isteri solehah....
Sunday, April 08, 2012
Satu janji yang pasti
"Di mana juga kamu berada, maut akan mendapatkan kamu(apabila sampai ajal) sekalipun kamu berada di dalam benteng-benteng yang tinggi lagi kukuh..."-Surah an Nisa,ayat 78. Kematian adalah sesuatu pasti....kematian merupakan syarat wajib untuk hidup didunia ini.....setiap dari kita pernah kehilangan orang tersayang dan kita pasti pernah melihat kematian orang lain.....kita semua akan menemui mati....aku terbayangkan andai aku yang dibalut rapi bersama kain kapan....hidung disumbat kapas....dan mata tertutup rapat....kemudian aku diusung ke kubur.....dimasukkan 7kaki kedalam tanah...kemudian dimasukkan ke liang lahat dan disendal tanah mengadap kiblat....kemudian dikambus seterusnya dipacak kayu sementara dan akhirnya di talkinkan........................disaat itu tiada apa yang dapat membantuku......tiada guna aku merintih,merayu dan menjerit........ya Allah.....aku takut azabmu.....aku takut nerakamu....ya Allah terimalah taubatku....rahmatkan aku dengan Kasih sayangMu......aku merayu padaMu......janganlah Kau paling dari melihatku dengan Kasih sayangMu......sesungguhnya aku hambamu yang lemah lagi hina.....padaMu aku berserah............
Saturday, April 07, 2012
Hanya pada Mu
"Tidak ada sesuatu kesusahan(atau bencana) yang ditimpakan dibumi dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab(pengetahuan Kami) sebelum Kami menjadikannya"-surah Al-Hadid:22. Betapa indahnya Islam...mengajar kita untuk menjadi tabah dan cekal menghadapi apa saja kesusahan atau bencana yang menimpa....kita diajar untuk menjadi bersyukur dan redha dengan ketentuan Ilahi.... Kehidupan didunia ini hanya sementara....tiada apa yang kekal....yang kekal hanya diakhirat sana....disana matlamat kita.....disana kehidupan yang abadi..............dunia ini ibarat medan peperangan yang tiada kesudannya....dan kemenangan hanya ditentukan di akhirat nanti......... Sebagai manusia biasa,kita tak pernah dan mustahil apa yang terbaik buat kita.....kita yakin itu yang terbaik....sebenarnya itu yg akan musnahkan kita.....dan ada kita rasa itu yang terburuk tapi itu sebenarnya kunci kebahgiaan kita....hanya Allah yang tahu apa sebenarnya yang paling baik buat kita.......hapuskan air mata kekecewaan atau kesedihan.......alirkan air mata kesyukuran dan rayuan....HANYA PADA ALLAH....tiada yang selainya........ "Sesiapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi baik maka ia akan diuji oleh-Nya"-hadis Nabi
Thursday, April 05, 2012
Ajarkan aku apa itu menghargai
Kadangkala... bila kita sendirian... kita selalu memikirkan saat terindah yang pernah kita lalui dulu..... kita tersenyum sendirian dan kadang kala terasa di awangan.... betapa nikmatnya.... andai masa itu dapat diputar kembali dan kita berpeluang untuk menikmati keindahan hidup itu berulang kali..... dan andai kesilapan dulu dapat diubah untuk tidak menjadi kesilapan..... tapi semua itu mustahil kerna air mata yang jatuh tak akan mengalir semula ke dalam mata.... tapi air mata yang jatuh akan terus mengalir kering di pipi... hanya kesannya berbekas di hati..... umpama air sungai yang mengalir.... akan terus ke laut sebelum diangkat kelangit menjadi wap air.... begitulah kehidupan ini.... kesilapan semalam menjadi pengajaran dan pedoman hari ini..... belajarlah untuk menghargai apa yang kita ada sekarang..... ungkapkan rasa cinta sekarang kepada orang tersayang sebelum kita lupa cara nak katakannya lagi.... belajarlah untuk menyayangi sebelum kita lupa apa itu sayang........ tetapi hakikatnya.... manusia tak pernah tahu apa yang dia ada sehinggalah dia kehilangannya........................
Tuesday, April 03, 2012
Penerang hati
Mencinta-Mu terangkan jiwaku
Merindu-Mu hatiku selalu
Hanya diri-Mu satu cintaku
Tak akan mampuku jauh dari-Mu
Satu nafasku harap Kau ada
Hanya pada-Mu Tuhanku rayu
Ku akan mencinta-Mu
Selalu merindu-Mu seluruh jiwaku
Kau terangi aku
Engkau penjaga hatiku
Pendamping jiwaku
Cerahkan cintaku
Cinta yang abadi
Jangan pernah kau menjauh
Merindu-Mu hatiku selalu
Hanya diri-Mu satu cintaku
Tak akan mampuku jauh dari-Mu
Satu nafasku harap Kau ada
Hanya pada-Mu Tuhanku rayu
Ku akan mencinta-Mu
Selalu merindu-Mu seluruh jiwaku
Kau terangi aku
Engkau penjaga hatiku
Pendamping jiwaku
Cerahkan cintaku
Cinta yang abadi
Jangan pernah kau menjauh
"papa hensem".... "papa busyuk"... "sayang papa"..... kata-kata indah yang bisa buat aku tersenyum..... menjadi azimat paling bermakna untuk aku melangkah menjalani hidup ini..... kalau dunia ini tidak memberikan kebahagiaan...... moga akhirat nanti terasa bahagianya.... tapi Tuhanku.... aku tak layak syurga-Mu..... namun aku takut neraka-Mu.... ampuni dah kasihilah aku Tuhan.... kepada-Mu sahaja tempat aku sujud dan mengadu...........
Kehilangan
"Kita tak akan tahu apa yang kita ada sehinggalah kita kehilangannya".... kehilangan mengajar kita untuk lebih menghargai apa yang kita miliki..... hidup ini penuh dengan ujian dan cabaran... sesungguhnya setiap yang berlaku adalah ketentuan dari Allah.... kita sebagai manusia biasa haruslah terima dengan redha setia ujian Allah.... semakin kita diuji maka hendaklah kita semakin dekat dengan Allah.... jadikan setiap ujian Allah itu untuk kita belajar dan muhasabah diri untuk menjadi lebih baik.... sesungguhnya setiap manusia itu lemah...tapi jadikan kelemahan. Itu kekuatan dengan menyerah diri sepenuhnya kepada Allah... Pada Dia kita sembah, merayu dan berserah....
Saturday, October 15, 2011
Kelajuan itu terlalu seksi
hhmmm..... kenapa aku pilih tajuk di atas untuk entri ni.. aku pun tak tahu... tapi aku tetap merasakan kelajuan itu terlalu seksi...w alaupun ada yang kata kelajuan itu membunuh.... tapi bagi aku tidak.... selagi kelajuan itu kena pada tempatnya, kena pada keadaannya... kelajuan itu bukan pembunuh... kita tetap akan terbunuh kerana banyak sebab... dan aku pasti... orang mati sakit jantung lebih banyak daripada mati kerana kemalangan (statistik ini telah ditolak mati kerana merempit dan memandu ketika mabuk... itu saja cari nahas)........
tak semua orang paham tentang kelajuan ni.... walaupun dah tidur sekatil sebantal... walaupun dah share selimut yang sama... tapi itu bukan jaminan untuk paham tentang rasa ini kalau tidak merasainya.... masih aku teringat wifey naik motor aku dulu nak pi bazar ramadan... nak terkoyak baju aku ditariknya kerana takut.. bukan laju pun.. aku bawa had laju sekolah saja kira-kira 40km/j.... tapi punyalah takut...
.....sekarang aku dah pakai motor super... lagilah susah dia nak ikut.... puas pujuk tapi hampa..... hehehe..
bagi aku kalau naik motor apa pun kenalah pakai pakaian, kasut dan alat keselamatan yang sempurna... tapi rabak jugalah poket aku nak beli barang tu...
kalau nak naik superbike ni.. kita kena disiplin sikit..tak boleh nak baik punya cilok lagi macam naik motor cub.... hehe...
vrommmm..... deruman sangat meresap dalam jiwa.. sungguh asyik dan seksi...hahah
nak beli motor baru lagi.... wifey jangan marah yerrrr....
tak semua orang paham tentang kelajuan ni.... walaupun dah tidur sekatil sebantal... walaupun dah share selimut yang sama... tapi itu bukan jaminan untuk paham tentang rasa ini kalau tidak merasainya.... masih aku teringat wifey naik motor aku dulu nak pi bazar ramadan... nak terkoyak baju aku ditariknya kerana takut.. bukan laju pun.. aku bawa had laju sekolah saja kira-kira 40km/j.... tapi punyalah takut...
.....sekarang aku dah pakai motor super... lagilah susah dia nak ikut.... puas pujuk tapi hampa..... hehehe..
bagi aku kalau naik motor apa pun kenalah pakai pakaian, kasut dan alat keselamatan yang sempurna... tapi rabak jugalah poket aku nak beli barang tu...
kalau nak naik superbike ni.. kita kena disiplin sikit..tak boleh nak baik punya cilok lagi macam naik motor cub.... hehe...
vrommmm..... deruman sangat meresap dalam jiwa.. sungguh asyik dan seksi...hahah
nak beli motor baru lagi.... wifey jangan marah yerrrr....
Tuesday, July 13, 2010
Bermulanya sebuah pengakhiran
Sesuatu pengakhiran itu adalah sebuah permulaan.... dan sebuah permulaan itu adalah satu pengakhiran....... hmmm.. terdetik hati tertanya sendiri.... seperti mana berakhirnya tahun 2010 dan bermulanya tahun 2011... seperti mana berakhirnya kehidupan aku sebagai seorang suami mingguan kepada suami harian....dan seperti mana berakhirnya kehidupan aku di kuarters hospital sultan abdul halim untuk bermula semula kehidupan sementara di rawang sebelum menetap semula di tempat aku menimba ilmu dulu untuk menjadi seperti saat ini.... SHAH ALAM... AKU KEMBALIIIII !!!!!!!!
Shah Alam... sebuah bandar raya yang mendamaikan.... sebuah bandar raya indah mempesona..sebuah bandaraya yang sarat dengan kenangan dan pengorbanan aku dari seorang mahasiswa.. lelaki bujang.. suami orang dan sekarang bapak orang... huhu... begitu pantas masa berlalu...setahun terasa sehari.... sehari terasa sedetik....
Bila mana wifey tercintaku mengenakan syarat tempat pemilihan kawasan kediaman kami... iaitu rumah kami mestilah kawasan yang majoritinya penduduk islam melayu... kawasan yang rumah yang berpijak di atas tanah... dan kawasan yang membantu tumbesaran pemikiran anak kami... maka Shah Alamlah yang terlintas.. dan alhamdulillah moga rumah baru kami ini menjadi saksi kebahagiaanku bersama isteri serta permata hati ku......
Hmmm... pertama hatiku Imaan Khadeja Aisha... sudah setahun sebulan umurnya sekarang.... dia memang mendamaikan... menenangkan serta menghiburkan.... walaupun kadangkala aku terpaksa bersengkang mata tengah malam buta hanya untuk meneman dia bermain dan membaca gambar... hehehe... aku rela walaupun terpaksa... semua kerna mu Imaan... hehehe...
Semoga tahun 2011 menjadikan aku lebih cemerlang sebagai hubby kepada wifeyku serta papa yang cool untuk permata hatiku itu.... aku mendoakannya.... papa love mummy dan imaan.... muahhhsss
Shah Alam... sebuah bandar raya yang mendamaikan.... sebuah bandar raya indah mempesona..sebuah bandaraya yang sarat dengan kenangan dan pengorbanan aku dari seorang mahasiswa.. lelaki bujang.. suami orang dan sekarang bapak orang... huhu... begitu pantas masa berlalu...setahun terasa sehari.... sehari terasa sedetik....
Bila mana wifey tercintaku mengenakan syarat tempat pemilihan kawasan kediaman kami... iaitu rumah kami mestilah kawasan yang majoritinya penduduk islam melayu... kawasan yang rumah yang berpijak di atas tanah... dan kawasan yang membantu tumbesaran pemikiran anak kami... maka Shah Alamlah yang terlintas.. dan alhamdulillah moga rumah baru kami ini menjadi saksi kebahagiaanku bersama isteri serta permata hati ku......
Hmmm... pertama hatiku Imaan Khadeja Aisha... sudah setahun sebulan umurnya sekarang.... dia memang mendamaikan... menenangkan serta menghiburkan.... walaupun kadangkala aku terpaksa bersengkang mata tengah malam buta hanya untuk meneman dia bermain dan membaca gambar... hehehe... aku rela walaupun terpaksa... semua kerna mu Imaan... hehehe...
Semoga tahun 2011 menjadikan aku lebih cemerlang sebagai hubby kepada wifeyku serta papa yang cool untuk permata hatiku itu.... aku mendoakannya.... papa love mummy dan imaan.... muahhhsss
Tuesday, March 02, 2010
I.K.A at 1 month (plus 1 day actually)
Imaan Khadeja Aisha was 1 month old yesterday..she had her Hep B jab and 1 month check up at KK Batu Arang (sungguh pekan koboi tempat itu)..was cranky and extra clingy whole day hence the entry can only be written today..mummy tau sayang sakit..kesyiannn princess mummy
At 1 month,she can...
-smile to herself and to mummy,papa,tuk mama and wan de when we r talking to her and of course in her sleep
-vocalise..kadang2 dengar eyap,gege,okhe,hmmm..mummy thinks u r so adorable
-finally can sleep longer at night..dah 4 hari tido lame..if not means mummy has to rock her in her arms,sang her lullabye and zikir and citer rapunzel,snow white,kisah chenta mummy and papa etc etc from 12 to 6 am..no break mummy..WE HAVE TO ONCALL!!
-fully breastfeed alhamdullilah...susu mummy finally enuff to make her full in the third week of life..no more waking papa up to bancuh susu or warm pumped breastmilk in the wee hour in the morning..tendang itu frisolac gold ke tepi debushhhhh!! mmg sakit hati mummy terpaksa kasi susu lembu kat princess mummy ni
-recognise papa,mummy,tuk mama and wan de
-open her eyes wide and move her head around looking at everything around her as if trying to absorb all the info and learning..and can follow mummy's movement even when im at the corner of the room
-express herself..when she can still wait before being picked up..she will give warning oh and ah,then a short shout,then only a good loud cry.if she doesnt like something..she'll cry out so loud instantly
-negotiate..when she's crying refusing to be put down..mummy can try to negotiate telling her eg kite cuci poo poo dulu ye..nanti mummy pick up.she can actually stays put until after we finished changing her diaper..provided we are quick hehe
she looks a lot like papa
her nose is like papa's
her hairline sejibik cam papa
her ears are miniature version of papa's
she's tall like papa..at 1 month..she's 57cm tall
she's chubby like both papa and mummy hehe..at 1 month..she's 4.44 kg
she's red..yup not pink red..merah padam cam papa..when she cries she looks like udang kene bakar
she sleeps with papa's style..sgt same but mummy just too sleepy at night to take their picture together
her eyelashes are like papa's
her eyes however..are her owns..tak same ngan sesape pon
i must be sad u think that she's papa's lil girl
NOPE
while the exterior are all papa's
her interior is definitely a copy of IKA Sr hehe
so..she's still mummy's lil girl too
hmm need to cont the last entry...my khadeja is crying next door..better go get her first..toodles
At 1 month,she can...
-smile to herself and to mummy,papa,tuk mama and wan de when we r talking to her and of course in her sleep
-vocalise..kadang2 dengar eyap,gege,okhe,hmmm..mummy thinks u r so adorable
-finally can sleep longer at night..dah 4 hari tido lame..if not means mummy has to rock her in her arms,sang her lullabye and zikir and citer rapunzel,snow white,kisah chenta mummy and papa etc etc from 12 to 6 am..no break mummy..WE HAVE TO ONCALL!!
-fully breastfeed alhamdullilah...susu mummy finally enuff to make her full in the third week of life..no more waking papa up to bancuh susu or warm pumped breastmilk in the wee hour in the morning..tendang itu frisolac gold ke tepi debushhhhh!! mmg sakit hati mummy terpaksa kasi susu lembu kat princess mummy ni
-recognise papa,mummy,tuk mama and wan de
-open her eyes wide and move her head around looking at everything around her as if trying to absorb all the info and learning..and can follow mummy's movement even when im at the corner of the room
-express herself..when she can still wait before being picked up..she will give warning oh and ah,then a short shout,then only a good loud cry.if she doesnt like something..she'll cry out so loud instantly
-negotiate..when she's crying refusing to be put down..mummy can try to negotiate telling her eg kite cuci poo poo dulu ye..nanti mummy pick up.she can actually stays put until after we finished changing her diaper..provided we are quick hehe
she looks a lot like papa
her nose is like papa's
her hairline sejibik cam papa
her ears are miniature version of papa's
she's tall like papa..at 1 month..she's 57cm tall
she's chubby like both papa and mummy hehe..at 1 month..she's 4.44 kg
she's red..yup not pink red..merah padam cam papa..when she cries she looks like udang kene bakar
she sleeps with papa's style..sgt same but mummy just too sleepy at night to take their picture together
her eyelashes are like papa's
her eyes however..are her owns..tak same ngan sesape pon
i must be sad u think that she's papa's lil girl
NOPE
while the exterior are all papa's
her interior is definitely a copy of IKA Sr hehe
so..she's still mummy's lil girl too
hmm need to cont the last entry...my khadeja is crying next door..better go get her first..toodles
Thursday, February 25, 2010
itching..finally
hai peeps...finally got a chance to jot down sth..i've been itching to do this for long..after the arrival of our bundle of joy * IMAAN KHADEJA AISHA * 25 days ago i mean
THE BIRTH STORY
28 JAN 2010 2300 HR- no signs of labour even tell tale that im going into labour yet..mulut dah muncung..hati dah gundah..hmm post date lah anakku ini.tapi....
mak aiiiii panasnye badan..mmg shirtless.and hubby has to tepid sponge my body as i was like cacing kepanasan.then zzzzzzz....
29 JAN 2010 0330 HR
Bladder said " i wanna pee,i wanna pee"..i felt sth like coming out down there already..ying ying..did i wee wee or my water broke?nahhhh then off i go wee wee for real.the minute i lied back on the bed..hot water just came out and wet my whole sarong...with a smile on my face..i woke an extremely mamai hubby who jumped ready to go mandi to go to work thinking its already 6..told him calmly "im going into labour"..and calmly instructed him what to do.but being calm didnt help hubby apparently hehe..he still panicked deep down inside i knew
hubby was really confused how i was so comfortable packing my things and went to the kitchen to get sth to eat.we woke my parents up after 2 hours telling that my water broke at 3.i told hubby i didnt have the slightest pain..hence the manner.after subuh we headed straight to UMRA at shah alam
0700 HR
checked by Dr K..u r 1 cm now.we'll send u to the ward.up we went and antibiotics+enema was given to me. i thought they'll leave me alone till i'm 3 cm then only they'll send me to the labour room.like what we usually practise at Sg Petani.But a few mins later Dr K came and told me Dr U asked me to be sent to labour room and they would start pitocin (an agent to kick start my contraction) straight away.puzzled but since im under their care..eden ikut jo lah
0730 HR
in labour room...pitocin started..CTG wrapped around my belly..baby's heartbeat always atad bit on the low side
Dr K "do u want pethidine (analgesia)?"..me "thats fine,im still having zero pain"
the minute she left..my contraction began..and hence the pain
it gets stronger and stronger and more regular..i think once every 4 mins..i was praying that i will open fast..Dr K said my cervix was quite promising that it wont take long
1030 HR
Dr U showed up.I was examined.2 cm..hmm some progress.she asked how I was..with a kelat smile i said "great".hubby kat sebelah dah tersengguk-sengguk ngantuk.dah le kene marah sbb letak air kat muka saye tetibe.by that time the pain was excruciating and i started whimpering..was really considering asking for pethidine..really sleepy but couldnt possibly sleep due to the pain
1230 HR
i asked the nurse for pethidine..she went out to get the Dr.Dr U came..do u want epidural?yes please,now no more smiling..just ohw and ahh and both my hips were killing me in addition to my contraction.i couldnt put my leg down..sgt sakit hips jugak.hubby nye muke dah pucat i pity him but cant say anything to make him feel better.Dr U said the anaesthesiologist,Dr A was in the OT attending 1 caesar,so she'll be there in half and hour
1315 HR
Dr A finally arrived,i lied there thinking of Allah not knowing what else to do as the pain was a minute apart.i was hoping the epidural will help.everybody says there will be no pain at all until u deliver pon tatau bile nak push.so they sat me up,hugging hubby to get into the right position.the minute she put the needle on my back..i felt a severe shooting pain down my left leg..i screamed.she calmed me down then the leg pain subsided.ape la yg jadi sebenanye.pastu..rase contraction pain kurg sket..baru rase cam bertenang.but i still felt the pain.still couldnt sleep.hubby left for Friday prayer..mama came in to teman me.
1500 HR
contraction pain getting stronger despite the epidural..i was whimpering again.the nurse asked how i was doing.i just said the epidural was not working anymore.i couldnt stay still.i couldnt move so much either due to my hips pain.she went off to get the Dr again.and the pain continued
1630
Dr U came in.By now,there was no gap between the contraction.Pain was continuous i felt so tired and spent.She gave me a bolus of epidural cocktail.VE done-3 cm.she looked at me and hubby-"maybe u need..and i sambung "caesarean?".she nodded."u've been in labour for 13 hours now..we'll see another 2 hours.if u tak bukak..then caesar..i nodded weakly.frustrated nye hati Allah aje yg tau..air mate pon tup tup jatuh atas pillow.dlm hati screaming "I DONT WANT!!!I DONT WANT!!!" hubby kate..it's ok asalkan sayang n baby selamat..i kept on crying.since the contraction was so intense i thought i will eventually dilate
1815 HR
the past hours i tried to find peace in letting myself having a caesar and dealing with the pain.i know next time im going into labour i shouldnt ask for epidural coz it simply didnt work for me.sakit mmg tak tahan cam nak kuar air mata darah je.Dr U
came and did VE again-still 3 cm.Final-we are going for caesar.They put me in a gown.i walked to the OT which is just next door with difficulty.By then i was praying that Dr A will come soo as i couldnt bear the pain anymore.I heard them talking.i told them i need to wee wee.i was really groggy.
The next thing i know i was in a dream-like state.I felt like there were people operating on me but my eyes were blurred.i thought i could feel the diathermy slashing my tummy and i screamed in my throat "pain,pain".then...i couldnt remember anything
to be continued....
THE BIRTH STORY
28 JAN 2010 2300 HR- no signs of labour even tell tale that im going into labour yet..mulut dah muncung..hati dah gundah..hmm post date lah anakku ini.tapi....
mak aiiiii panasnye badan..mmg shirtless.and hubby has to tepid sponge my body as i was like cacing kepanasan.then zzzzzzz....
29 JAN 2010 0330 HR
Bladder said " i wanna pee,i wanna pee"..i felt sth like coming out down there already..ying ying..did i wee wee or my water broke?nahhhh then off i go wee wee for real.the minute i lied back on the bed..hot water just came out and wet my whole sarong...with a smile on my face..i woke an extremely mamai hubby who jumped ready to go mandi to go to work thinking its already 6..told him calmly "im going into labour"..and calmly instructed him what to do.but being calm didnt help hubby apparently hehe..he still panicked deep down inside i knew
hubby was really confused how i was so comfortable packing my things and went to the kitchen to get sth to eat.we woke my parents up after 2 hours telling that my water broke at 3.i told hubby i didnt have the slightest pain..hence the manner.after subuh we headed straight to UMRA at shah alam
0700 HR
checked by Dr K..u r 1 cm now.we'll send u to the ward.up we went and antibiotics+enema was given to me. i thought they'll leave me alone till i'm 3 cm then only they'll send me to the labour room.like what we usually practise at Sg Petani.But a few mins later Dr K came and told me Dr U asked me to be sent to labour room and they would start pitocin (an agent to kick start my contraction) straight away.puzzled but since im under their care..eden ikut jo lah
0730 HR
in labour room...pitocin started..CTG wrapped around my belly..baby's heartbeat always atad bit on the low side
Dr K "do u want pethidine (analgesia)?"..me "thats fine,im still having zero pain"
the minute she left..my contraction began..and hence the pain
it gets stronger and stronger and more regular..i think once every 4 mins..i was praying that i will open fast..Dr K said my cervix was quite promising that it wont take long
1030 HR
Dr U showed up.I was examined.2 cm..hmm some progress.she asked how I was..with a kelat smile i said "great".hubby kat sebelah dah tersengguk-sengguk ngantuk.dah le kene marah sbb letak air kat muka saye tetibe.by that time the pain was excruciating and i started whimpering..was really considering asking for pethidine..really sleepy but couldnt possibly sleep due to the pain
1230 HR
i asked the nurse for pethidine..she went out to get the Dr.Dr U came..do u want epidural?yes please,now no more smiling..just ohw and ahh and both my hips were killing me in addition to my contraction.i couldnt put my leg down..sgt sakit hips jugak.hubby nye muke dah pucat i pity him but cant say anything to make him feel better.Dr U said the anaesthesiologist,Dr A was in the OT attending 1 caesar,so she'll be there in half and hour
1315 HR
Dr A finally arrived,i lied there thinking of Allah not knowing what else to do as the pain was a minute apart.i was hoping the epidural will help.everybody says there will be no pain at all until u deliver pon tatau bile nak push.so they sat me up,hugging hubby to get into the right position.the minute she put the needle on my back..i felt a severe shooting pain down my left leg..i screamed.she calmed me down then the leg pain subsided.ape la yg jadi sebenanye.pastu..rase contraction pain kurg sket..baru rase cam bertenang.but i still felt the pain.still couldnt sleep.hubby left for Friday prayer..mama came in to teman me.
1500 HR
contraction pain getting stronger despite the epidural..i was whimpering again.the nurse asked how i was doing.i just said the epidural was not working anymore.i couldnt stay still.i couldnt move so much either due to my hips pain.she went off to get the Dr again.and the pain continued
1630
Dr U came in.By now,there was no gap between the contraction.Pain was continuous i felt so tired and spent.She gave me a bolus of epidural cocktail.VE done-3 cm.she looked at me and hubby-"maybe u need..and i sambung "caesarean?".she nodded."u've been in labour for 13 hours now..we'll see another 2 hours.if u tak bukak..then caesar..i nodded weakly.frustrated nye hati Allah aje yg tau..air mate pon tup tup jatuh atas pillow.dlm hati screaming "I DONT WANT!!!I DONT WANT!!!" hubby kate..it's ok asalkan sayang n baby selamat..i kept on crying.since the contraction was so intense i thought i will eventually dilate
1815 HR
the past hours i tried to find peace in letting myself having a caesar and dealing with the pain.i know next time im going into labour i shouldnt ask for epidural coz it simply didnt work for me.sakit mmg tak tahan cam nak kuar air mata darah je.Dr U
came and did VE again-still 3 cm.Final-we are going for caesar.They put me in a gown.i walked to the OT which is just next door with difficulty.By then i was praying that Dr A will come soo as i couldnt bear the pain anymore.I heard them talking.i told them i need to wee wee.i was really groggy.
The next thing i know i was in a dream-like state.I felt like there were people operating on me but my eyes were blurred.i thought i could feel the diathermy slashing my tummy and i screamed in my throat "pain,pain".then...i couldnt remember anything
to be continued....
Subscribe to:
Posts (Atom)